kursor

Blogger Widgets

Sabtu, 01 Agustus 2015

PERFECT PRINCE PART 2


Randika POV

                Ketika aku sedang dalam perjalanan menuju kantor, tiba tiba ada sekelompok preman datang dan karena terkejut aku lansung menghentikan laju mobil yang sedang kukendarai.

“Hei kau keluarlah” geram salah satu preman sambil menggedor kaca mobil fortuner kesayanganku. Awas saja kalau sampai lecet, mereka akan mendapat hal buruk karna berani mengusik seorang Randika Atmaja!

 “Huft , ada apa ini?” sahutku sambil keluar mobil. Tapi saat aku keluar dari mobil mereka langsung memukulku. Hah cari mati mereka! Mereka tidak tahu kan kalau aku adalah judoka yang sudah memegang sabuk hitam?! .Aku tersenyum miring dan mulai merenggangkan badan, kita akan lihat apa kalian masih hidup setelah bertanding melawanku?!.

Setelah aku menghabisi mereka semua aku tidak langsung kembali ke mobil. Memang aku menang melawan sepuluh preman itu, namun harus kuakui kalau aku cukup kepayahan, karna kuantitas tidak bisa disepelekan bukan!?. Karena saat ini masih jam 3 siang aku putuskan untuk bersantai di taman kota dulu. Aku menyandarkan tubuh gur di kursi panjang taman yang menghadap ke air mancur.

“Hei kamu maling apa sampai babak belur begini?” seorang wanita berkata sambil duduk disampingku .Wanita itu cantik dan manis, tubuhnya kecil dan rapuh, rambutnya berwarna hitam panjang dan bergelombang. Matanya bulat disertai iris mata yang senada dengan warna rambutnya. Hidungnya tidak terlalu mancung, namun sangat sesuai dengan bentuk wajahnya.

 “Apa maksudmu? Kalau aku maling, pasti aku sudah dipenjara!” sahutku dengan ketus. “Lalu ada apa dengan wajahmu itu?” tanyanya dengan hati-hati. “bukan urusanmu!” sahutku lagi.

Setelah itu kami hanya berdiam diri. “hmm aku memiliki betadine dan hansaplast, kamu mau aku mengobatimu?” dia bersuara memecah keheningan. Bibirku sakit, jadi aku tidak menjawab hal yang sudah jelas jawabannya.Aku menegang ketika dia dengan tiba tiba memegang wajahku agar menoleh padanya. Aku merasa ada aliran listrik yang mengalir ketika dia menyentuh wajahku.

 Dia menumpahkan air minum ke sapu tangan miliknya dan setelah itu membersihkan wajahku yang ada bercakdarahnya. Aku hanya membatu karena bingung dengan yang kurasakan. Aku meringis ketika dia mengoleskan betadine pada bibirku yang sobek.

Dan setelah itu kami saling bertatapan. Taman disekeliling kami terlihat mengecil dan menyisakan kita berdua, namun kenapa dadaku seakan ingin pecah? Mengapa jantungku berdegup? Hal yang baru kurasakan pertama kali dalam dua puluh lima tahun dalam hidupku?! Apa mungkin aku mengalami Love at first sigh? Sesuatu yang sangat tidak masuk akal dan tidak pernah kupercayai seumur hidupku?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar