kursor

Blogger Widgets

Kamis, 30 Juli 2015

Perfect Prince part 1


Perfect Prince
Norinda POV
            Kevin kemana sih! Dari tadi di telfon tapi ga di jawab, biasanya dia selalu ngasih kabar walau sibuk kerja. Ya namaku Norinda biasa dipanggil Nori, dan Kevin adalah pacarku ,kita sudah pacaran hampir tiga tahun dan aku pikir dia prince yang dikirim buat mewarnai hari hariku.  
“Kenapa San? Tumben lo nelpon, biasanya irit pulsa?” sahutku ketika Sandra menelpon.
“hmm.. Nor lo cepetan ke kafe green garden ya yang deket taman kota itu, penting nih, menyangkut hidup matinya hati lo!” What! Langsung dimatiin gila nih anak, pasti darurat banget. Apa jangan jangan dia ga bisa bayar bill di kafe itu lagi?  awas aja kalo beneran!

-GREEN GARDEN-

Sampai di kafe aku langsung mengedarkan pandanganku.. Hmm bagus juga nih kafe, suasananya nenangin banget dan banyak bunga mawar putihnya, pas banget bunga kesukaan gue!
 Tapi pas melihat pasangan yang asik bermesraan di pojok dekat balkon, aku merasa mati rasa. Dia seseorang yang ku cara dan ku khawatirkan sedang asyik memegnag tangen seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia membelakngi ku.
“Hei, jangan nangis ya beb, cowok begitu mending dibuang kelaut!” kata Sandra yang baru kusadari telah berdiri disampingku. Gue tidak mempedulikannya dan langsung berjalan ke pasangan yang masih asyik bermesraan.

“Whats the hell!” Teriak kevin sambil memegang kepala yang telah kutumpahkan orange juice . “Hai mantan pacar, aku Cuma mau ngasih surprise buat hari putusnya kita!” sahutku sambil menatap kevn sambil tersenyum. Tapi ketika melihat wanita selingkuhan kevin aku terheyak, Farah? Sepupu gue? Selingkuhan kevin? Sejak kapan?
“gue ga nyangka kalian bisa lakuin hal hina kaya gini! Apa salah gue? Apa jangan jangan kalian udah lama selingkuh?! Gue benci kalian!” teriakku sambil berlalu dari sana, tak ku hiraukan mereka yang memanggil manggil namaku. Mereka telah menghianatiku, membohongiku dan mengacaukan hidupku.

            
Apa salahku? Bagaimana mungkin Kevin sanggup melakukan hal ini? Apa artinya tiga tahun penuh kasih? Apa selama ini dia tulus mencintaiku? Atau selama ini hanya sandiwara? Dan kenapa harus farah? Sepupu yang paling membenciku? Pertanyaan demi pertanyaan terus muncul dalam pikiranku, tanpa aku bisa menjawabnya.

Tak kusadarai kini aku sudah di taman kota dekat air mancur. Ketika aku ingin duduk di kursi taman, aku mendengar suara mengaduh seorang pria. “Auh sakit! “ rintih pria itu. Aku cukup terkejut melihat penampilan pria itu. Wajahnya penuh memar dan lebam, ujung bibirnya robek dan baju yang dipakainya banyah bercak darah. Aku seperti melihat maling yang telah diamuk massa.

“Hei kamu maling apa sampai babak belur begini?” aku berkata sambil duduk disampingnya. Aku tidak mengerti mengapa aku berani menyapanya. Pria itu menoleh dan menatap tajam padaku. “Apa maksudmu? Kalau aku maling, pasti aku sudah dipenjara!” sahut pria itu. “Lalu ada apa dengan wajahmu itu?” tanyaku dengan hati-hati. “bukan urusanmu!” ketus pria itu.

Setelah itu kami hanya berdiam diri. “hmm aku memiliki betadine dan hansaplast, kamu mau aku mengobatimu?” aku bersuara memecah keheningan. Karna tidak menjawab, aku langsung meraih wajah pria itu agar menatapku. Aku langsung menumpahkan air minum ke sapu tangan yang selalu aku bawa. Dia meringis ketika aku membersihkan wajahnya dan mengaduh ketika aku mengoleskan betadine pada bibirnya yang robek. Aku cukup terna ketika melihat wajah pria ini dari dekat. Tampan... dan seketika dadaku berdegup kencang.
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar